ORMAWA

ORGANISASI KEMAHASISWAAN
2.1 Konsep Dasar
Organisasi kemahasiswaan (ormawa) adalah wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendekiaan serta integritas kepribadian. Ditinjau dari kedudukannya ormawa dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu ormawa intra perguruan tinggi dan ormawa antar¬perguruan tinggi.
Ormawa intra perguruan tinggi bertujuan untuk meningkatkan kecendekiaan, daya intelektualitas, mengembangkan bakat dan minat, serta memupuk integritas kepribadian dalam rangka pencapaian tujuan perguruan tinggi. ormawa antar-perguruan tinggi bertujuan meningkatkan kerja sama pengembangan ilmu pengetahuan dan profesi bidang studi serta memelihara rasa persatuan dan kesatuan.
Ormawa di perguruan tinggi tidak bisa dipisahkan dari komponen lainnya sebab merupakan salah satu komponen sistem yang mempunyai kontribusi dalam membina dan mengembangkan kepribadian mahasiswa secara mantap dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional, yaitu mengembangkan manusia seutuhnya yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, cerdas, terampil, serta memiliki tanggung jawab pribadi dan sosial serta kebangsaan.
Esensi ormawa dengan berbagai dimensi kegiatannya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tujuan pendidikan tinggi. Keberadaan ormawa menjadi unsur penununjang Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu sebagai wahana menyalurkan aspirasi, motivasi, dan merealisasikan diri dalam kegiatan di organisasi pada tingkat program studi dan tingkat fakultas.
2.2 Jenis dan Bentuk Organisasi Kemahasiswaan
Ada dua jenis organisasi kemahasiswaan, yaitu organisasi kemahasiswaan intra¬ perguruan tinggi dan organisasi kemahasiswaan antar-perguruan tinggi.
1) Organisasi kemahasiswaan Intra-Perguruan Tinggi adalah wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendekiaan serta integritas kepribadian untuk mencapai tujuan pendidikan tinggi (Kepmendikbud No.155/U/1998).
2) Organisasi Kemahasiswaan Antar-Perguruan Tinggi adalah wahana dan sarana meningkatkan kerjasama pengembangan ilmu dan profesi bidang studi serta menjalin persatuan dan kesatuan.
Selain jenis seperti dipaparkan di atas, ormawa pun memiliki bentuk intra-perguruan tinggi. Bentuk tersebut dijelaskan di bawah ini.
1) Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPMU) adalah Organisasi Kemahasiswaan di tingkat Universitas yang merupakan perwakilan tertinggi mahasiswa pada tingkat Universitas;
2) Badan Esekutif Mahasiswa Universitas (BEMU) merupakan mitra kerja Universitas dalam melaksanakan Program Pengembangan Kemahasiswaan;
3) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) merupakan mitra kerja Universitas dalam melaksanakan kegiatan pembinaan bidang penalaran/keilmuan dan kepemimpinan, minat/bakat dan kegemaran olah raga, minat/bakat dan kegemaran kesenian/keputrian, pengembangan kepribadian dan pengabdian kepada masyarakat, kerohanian, kesejahteraan dan kegiatan khusus lainnya;
4) Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPMF) adalah organisasi kemahasiswaan di Tingkat Fakultas yang merupakan perwakilan tertinggi pada tingkat Fakultas;
5) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF) merupakan mitra kerja Fakultas dalam melaksanakan Program pengembangan Kemahasiswaan;
6) Himpunan Mahasiswa Program Studi merupakan mitra kerja Program Studi dalam melaksanakan Program Pengembangan Kemahasiswaan;
2.3 Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Kepengurusan Organisasi Kemahasiswaan
Organisasi kemahasiswaan baik di tingkat Universitas, Fakultas maupun Prodi mempunyai tugas pokok, fungsi, dan tata kerja dalam melaksanakan kepengurusan atau kegiatannya, yaitu sebagai berikut:
1) Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas/Fakultas (DPMU/DPMF) adalah badan normatif tingkat Universitas/ fakultas yang mempunyai tugas pokok mendukung kegiatan mahasiswa dalam hal kesejahteraan, minat/bakat dan pembinaan penalaran.
2) BEM Universitas Bale Bandung mempunyai tugas pokok mewakili mahasiswa pada tingkat Universitas, mengkoordinasikan kegiatan organisasi kemahasis¬waan dalam bidang ekstra kurikuler di tingkat Universitas, terutama yang berkaitan dengan fungsi dan pencapaian tujuan pendidikan Universitas Bale Bandung.
3) UKM Universitas/Fakultas/Prodi mempunyai tugas pokok merencanakan dan melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler di tingkat Universitas/Fakultas/Prodi dalam bidang tertentu sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dalam melaksanakan tugasnya UKM dibina oleh seorang atau lebih dosen yang ditunjuk oleh Pembantu Rektor/Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan.
4) BEMF mempunyai tugas pokok merencanakan dan melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler terutama yang bersifat penalaran dan keilmuan, serta mewakili mahasiswa dan mengkoordinasikan kegiatan organisasi kemahasis-waan dalam bidang ekstra kurikuler di tingkat Fakultas.
5) HMPS mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kegiatan ekstra kurikuler yang bersifat penalaran dan keilmuan yang sesuai dengan program studi.
Selanjutnya dari tugas pokok di atas tersebut dijabarkan fungsi dan tata kerja dari kepengurusan masing-masing organisasi kemahasiswaan di lingkungan UNIBBA.
1) Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM)
Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas/Fakultas merupakan lembaga tertinggi organisasi kemahasiswaan yang berfungsi legislatif dan normatif di tingkat Universitas/Fakultas, sebagai wadah yang bertugas:
a. Menyusun garis besar program kegiatan (GBPK) mahasiswa tingkat Universitas/Fakultas
b. Mengangkat dan memberhentikan BEMU/BEMF
c. Mengawasi dan mengarahkan BEMU/BEMF dalam melaksanakan garis besar program kegiatan (GBPK)
Anggota DPMU/DPMF adalah merupakan wakil-wakil yang dipilih secara langsung oleh para mahasiswa dari calon yang didukung oleh sekurang kurangnya 10 orang mahasiswa dan disetujui oleh Rektor/Dekan.
Syarat-syarat untuk menjadi anggota DPMU/DPMF adalah:
a. Mahasiswa Aktif yang mempunyai integritas, kepribadian dan berbudi pekerti luhur.
b. mempunyai prestasi belajar yang tinggi selama mengikuti jenjang pendidikan.
2) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
a. BEM Universitas
• Berperan sebagai forum Perwakilan Mahasiswa di tingkat Universitas untuk menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa dalam lingkungan UNIBBA.
• Perencanaan dan penetapan garis-garis besar program kegiatan mahasiswa di tingkat Universitas.
• Komunikasi mahasiswa antar organisasi kemahasiswaan, fakultas dan unit kegiatan dilingkungan UNIBBA.
• Koordinasi kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler di tingkat UNIBBA.
Fungsi:
• Merencanakan, melaksanakan dan mengembangkan kegiatan BEM Universitas di tingkat Universitas yang bersifat keilmuan, minat dan kegemaran, kesejahteraan serta pengabdian kepada masyarakat.
• Merencanakan, melaksanakan dan mengembangkan kegiatan BEM Universitas terutama yang bersifat penalaran dan keilmuan.
Keanggotaan:
Keanggotaan BEM UNIBBA terdiri dari ketua BEMF, Ketua HMPS, dan Ketua UKM di lingkungan UNIBBA.
Kepengurusan:
Kepengurusan BEM UNIBBA terdiri dari unsur-unsur: Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Koordinator Bidang. Susunan kepengurusan dan penamaan pejabat struktural BEM UNIBBA ditentukan oleh ketua yang terpilih pada periode yang berlaku.
Masa Kerja:
Masa Kerja kepengurusan BEM UNIBBA satu tahun dan Ketua tidak dapat dipilih kembali untuk kepengurusan berikutnya.
Tata Kerja Kepengurusan:
• Tata Kerja kepengurusan BEM UNIBBA ditetapkan melalui rapat pengurus.
• Pengurus BEM UNIBBA disahkan oleh Rektor.
Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, pengurus BEM Universitas Bale Bandung bertanggung jawab kepada Rektor melalui Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan.

b. BEM Fakultas
• Kegiatan dan keanggotaan BEMF terdiri dari mahasiswa yang terdaftar dan aktif mengikuti kegiatan pendidikan di fakultas
• Tata tertib kepengurusan ditetapkan melaui rapat pengurus
• Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Pengurus BEMF bertanggung jawab kepada Dekan Fakultas melalui Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan
Fungsi:
• Merencanakan, melaksanakan dan mengembangkan kegiatan BEM di tingkat Fakultas yang bersifat keilmuan, minat dan kegemaran, kesejahteraan serta pengabdian kepada masyarakat.
• Merencanakan dan melaksanakan serta mengembangkan kegiatan BEM Fakultas terutama yang bersifat penalaran dan keilmuan.
Keanggotaan:
Keanggotaan BEM Fakultas terdiri dari ketua HMPS, dan Ketua UKM di lingkungan Fakultas.
Kepengurusan:
Kepengurusan BEM Fakultas terdiri dari unsur-unsur: Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Koordinator Bidang. Susunan kepengurusan dan penamaan pejabat struktural BEM Fakultas ditentukan oleh ketua yang terpilih pada periode yang berlaku.
Masa Kerja:
Masa Kerja kepengurusan BEM Fakultas satu tahun dan Ketua tidak dapat dipilih kembali untuk kepengurusan berikutnya.
Tata Kerja kepengurusan:
• Tata Kerja kepengurusan BEM Fakultas ditetapkan melalui rapat pengurus.
• Pengurus BEM Fakultas disahkan oleh Dekan.
Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, pengurus BEM Fakultas bertanggung jawab kepada Dekan melalui Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan.

3) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas/Fakultas/ Prodi:
• Keanggotaan UKM terdiri dari mahasiswa yang terdaftar aktif mengikuti kegiatan pendidikan di UNIBBA.
• Kepengurusan UKM terdiri dari unsur-unsur: Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Anggota Pengurus lainnya.
• Masa Kerja Kepengurusan UKM satu tahun, dan Ketua tidak dapat dipilih kembali untuk kepengurusan berikutnya
• Tata Kerja Kepengurusan UKM ditetapkan melalui rapat pengurus sesuai dengan ketentuan yang berlaku
• Kepengurusan UKM Universitas disahkan oleh Rektor, UKM Fakultas oleh Dekan dan UKM Prodi oleh Ketua Prodi.
• Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, pengurus UKM Universitas ber¬tanggung jawab kepada Rektor melalui Pembantu Rektor Bidang Kema¬hasiswaan, Fakultas kepada Dekan melalui Pembantu Dekan III, dan UKM Prodi kepada Ketua Prodi.
Fungsi UKM:
• Merencanakan, melaksanakan dan mengembangkan kegiatan ekstra kuri¬kuler di tingkat Universitas/ Fakultas/ prodi yang bersifat keilmuan, minat dan kegemaran, kesejahteraan serta pengabdian kepada masyarakat.
• Merencanakan, melaksanakan dan mengembangkan kegiatan ekstra kurikuler terutama yang bersifat penalaran dan keilmuan.
Tujuan UKM:
Meningkatkan kemampuan personal mahasiswa sesuai bakat dan minatnya masing-masing.
Jenis UKM:
• Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA)
• Teater
• Korps Sukarela (KSR)
• Paduan Suara
• Forum Dakwah Ukhuwah (FDU)
• Olah Raga dan Kebersamaan (ORMABES)
• Karya Tulis Ilmiah (Science Community), dll.

4) Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS)
Fungsi:
HMPS berfungsi sebagai wahana pelaksana kegiatan ekstra kuri¬kuler yang bersifat penalaran dan kegiatan sesuai dengan program studi yang bersangkutan.
Keanggotaan:
Keanggotaan HMPS terdiri dari ketua HMPS dan mahasiswa progam studi di lingkungan Prodi yang bersangkutan.
Kepengurusan:
Kepengurusan HMPS terdiri dari unsur-unsur: Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Koordinator Bidang. Susunan kepengurusan dan penamaan pejabat struktural HMPS ditentukan oleh ketua yang terpilih pada periode yang berlaku.
Masa Kerja:
Masa Kerja Kepengurusan HMPS satu tahun dan Ketua tidak dapat dipilih kembali untuk kepengurusan berikutnya
Tata Kerja Kepengurusan:
• Tata Kerja kepengurusan HMPS ditetapkan melalui rapat pengurus.
• Pengurus HMPS disahkan oleh Kaprodi.
Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, pengurus HMPS bertanggung jawab kepada kaprodi yang bersangkutan.
Selain bentuk ormawa Intra perguruan tinggi, ada juga bentuk ormawa antar perguruan tinggi. Bentuk-bentuk organisasi tersebut seperti: Himpunan Mahasiswa Agronomi (Himagro), Himpunan Mahasiswa Agrobisnis Himpunan Mahasiswa Sosial Agroekonomi (HIMASAE), Ikatan Mahasiswa Teknologi Pangan, Ikatan Mahasiswa Geografi Indonesia (IMAHAGI), Ikatan Mahasiswa Bahasa Inggris Indonesia, Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia, Ikatan Mahasiswa Teknik Informatika dan Ilmu Komputer Indonesia, Ikatan Himpunan Mahasiswa Matematika Indonesia (IKAHIMATIKA), Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia (ILMIKI), Ikatan Mahasiswa Akuntansi Indonesia, Ikatan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Indonesia, dll.
2.4 Pembentukan dan Pengesahan Organisasi Kemahasiswaan serta Pengesahan Pengurus Organisasi Kemahasiswaan
Pembentukan dan pengesahan organisasi kemahasiswaan serta pembentukan ormawa dilakukan melalui proses berikut ini.
1) Ditetapkan berdasarkan kesepakatan mahasiswa melalui forum musyawarah.
2) Hasil kesepakatan tersebut diajukan dan disahkan oleh pimpinan berikut ini.
a. Pengesahan organisasi kemahasiswaan tingkat universitas dilakukan oleh Rektor melalui surat keputusan
b. Pengesahan organisasi kemahasiswaan tingkat fakultas dilakukan oleh Dekan melalui surat keputusan.
c. Pengesahan organisasi kemahasiswaan tingkat program studi dilakukan oleh ketua program studi atas persetujuan melalui surat keputusan.
d. Pengesahan pembentukan organisasi kemahasiswaan yang tersebut pada butir a dan b di atas diproses melalui penyusunan proposal terlebih dahulu.
Pengesahan pengurus organisasi kemahasiswaan ditetapkan melalui langkah-langkah di bawah ini.
1) Pengurus organisasi kemahasiswaan dipilih berdasarkan prinsip dari, oleh, dan untuk mahasiswa melalui forum musyawarah.
2) Berdasarkan pengajuan dari panitia pemilihan pengurus organisasi kemahasiswaan disahkan dengan cara berikut ini.
a. Pengurus organisasi kemahasiswaan tingkat program studi disahkan oleh ketua program studi melalui surat keputusan dan atau pelantikan.
b. Pengurus organisasi tingkat fakultas disahkan oleh Dekan atau Pembantu Dekan III atas nama Dekan melalui surat keputusan dan atau pelantikan.
c. Pengurus organisasi tingkat Universitas disahkan oleh Rektor atau Pembantu Rektor III atas nama Rektor melalui surat keputusan dan atau pelantikan.
2.5. Keanggotaan Organisasi Kemahasiswaan
Keanggotaan ormawa terdiri atas anggota otomatis dan anggota sukarela. Penjelasan lebih lanjut dipaparkan di bawah ini.
1) Anggota Otomatis adalah apabila seseorang diterima atau dinyatakan sebagai mahasiswa UNIBBA, otomatis dia menjadi anggota ormawa di lingkungan Universitas.
2) Anggota Sukarela yaitu disesuaikan dengan minat, bakat, dan kegemaran mahasiswa masing-masing. Mahasiswa UNIBBA yang sekaligus menjadi anggota ormawa seperti disebut pada nomor satu di atas, dapat menjadi anggota sukarela UKM yang diminatinya.

2.6 Program Pengembangan Ormawa
Program pengembangan ormawa meliputi pengembangan penalaran dan keilmuan, bakat dan minat, kesejahteraan mahasiswa, bakti sosial, dan program penunjang. Penjelasan mengenai hal-hal tersebut diuraikan di bawah ini.
1) Pengembangan Penalaran dan Keilmuan.
Pengembangan penalaran dan keilmuan bertujuan untuk merangsang mahasiswa peka terhadap permasalahan pembangunan, mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara ilmiah, mendorong mahasiswa agar mengembangkan wawasan dan sikap ilmiah secara profesionalisme.
Program ini dapat dikembangkan melalui kegiatan-kegiatan forum akademik pertemuan ilmiah, seperti simposium, seminar, kolokium, diskusi, lokakarya, dan lomba karya ilmiah.
Forum Akademik/Pertemuan Ilmiah adalah pertemuan sekelompok warga sivitas akademika untuk membahas topik tertentu secara ilmiah dengan tujuan menumbuhkan dan memupuk kemampuan sikap ilmiah dan sikap profesional melalui pemikiran yang lebih objektif.
Simposium merupakan suatu pertemuan ilmian yang membahas topik tertentu dari berbagai sudut pandang yang saling berkaitan.
Lokakarya merupakan temu karya yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan keterampilan peserta dengan menggunakan berbagai jenis metoda forum akademik yang menghasilkan produk tertentu.
Seminar merupakan pertemuan ilmiah suatu kelompok intelektual yang dengan sistematis membahas suatu topik dibawah pimpinan seorang ahli yang berwenang dalam peserta dengan forum akademik bidang tersebut untuk memecahkan suatu permasalahan.
Diskusi Ilmiah adalah pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah.
Diskusi Panel adalah suatu pembicaraan atau pertukaran pikiran yang dilakukan oleh penulis mengenai suatu masalah.
Lomba Karya Ilmiah adalah program kegiatan yang dilakukan untuk dapat melatih dan meningkatkan kemampuan serta sikap ilmiah mahasiswa.
2) Pengembangan Bakat dan Minat.
Pengembangan ini bertujuan menyalurkan berbagai bakat dan minat mahasiswa, menumbuhkembangkan apresiasi dan berbagai kegiatan lain yang sesuai dengan visi, misi dan fungsi UNIBBA.
Kegiatan-kegiatan tersebut, dilaksanakan baik oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi, BEM Universitas/ Fakultas, dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Adapun jenis-jenis kegiatannya adalah sebagai berikut :
a. olahraga di tingkat Program Studi/Fakultas/Universitas;
b. kesenian daerah dan nasional di tingkat Program Studi Fakultas, dan Universitas;
c. pencinta alam
d. Teater;
e. pramuka;
f. korp sukarela palang merah indonesia;
g. forum dakwah dan ukhuwah.
3) Bidang Kesejahteraan Mahasiswa
Kegiatan ini bertujuan untuk membantu meningkatkan keimanan dan ketakwaan, perasaan aman, kesejahteraan dan semangat belajar.
Peningkatan kesejahteraan mahasiswa ini dilakukan melalui layanan :
a. unit kerohanian;
b. sarana peribadatan;
c. perpustakaan;
d. beasiswa mahasiswa yang jenis-jenisnya sebagai berikut :
(1) beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA);
(2) beasiswa Kerja Mahasiswa;
(3) beasiswa Kedinasan; dan
(4) sumber-sumber beasiswa lainnya.
Untuk memperoleh bantuan beasiswa tersebut diatas mahasiswa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
a. terdaftar sah sebagai mahasiswa UNIBBA pada tahun yang berlaku,
b. mengajukan permohonan yang diketahui oleh pimpinan program studi dan fakultas;
c. menyertakan hasil kemajuan belajar;
d. ekonomi lemah;
e. berkelakuan baik;
f. memenuhi persyaratan lain yang ditetapkan UNIBBA.
4) Pengembangan Bidang Organisasi
Pengembangan bidang organisasi ormawa merupakan kegiatan-kegiatan yang berfungsi sebagai wahana kaderisasi dan pengembangan diri mahasiswa. Bentuk kegiatan pengembangan bidang organisasi/kaderisasi ini adalah :
a. LDKM (Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa)
LDKM ini diselenggarakan oleh ormawa tingkat Universitas atau Fakultas.
b. Musyawarah Mahasiswa (Mumas)
Kegiatan ini dilakukan oleh semua ormawa dengan sebutan diantaranya adalah Musyawarah Mahasiswa (Mumas) atau nama lain.
5) Bakti Sosial
Bakti Sosial yaitu kegiatan kemahasiswaan dalam bentuk interaksi langsung dengan masyarakat yang mendukung fungsi-fungsi diantaranya sebagai berikut: peduli umat, pembangunan masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bentuk kegiatan yang dapat dilakukan adalah :
a. Pengabdian Pada Masyarakat (PPM);
b. Kemah Kerja Mahasiswa (KKM);
c. bakti sosial;
d Koordinasi Integrasi Sinkronisasi (KIS)
e layanan bimbingan mahasiswa.

English English Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia